Medan,(TN8.Com) Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat CEO Sumut24 Group, Rianto SH MH, akrab disapa Anto Genk, bersilaturahmi bersama Wali Kota Medan Rico Waas di Rumah Dinas Wali Kota Medan. Obrolan santai berlangsung membahas beragam hal penting seputar arah pembangunan dan pengelolaan kota, Jumat 21 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut menyasar berbagai topik, mulai dari penataan kota, dinamika pemerintahan, hingga progres pembangunan sepanjang tahun 2026. Salah satu pembahasan yang menarik perhatian adalah rencana pemulihan dan penataan Taman Budaya Medan yang diproyeksikan menjadi ikon baru sekaligus ruang berkarya yang nyaman bagi para seniman.
Sambil memperlihatkan desain rencana tersebut melalui perangkat telepon seluler, Rico Waas menyampaikan harapannya agar kawasan itu kelak menjadi kebanggaan warga dan tempat yang memanjakan para pelaku seni.
“Insyaallah Taman Budaya akan menjadi ikon baru yang memanjakan para seniman,” ujar Rico Waas, Wali Kota Medan, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat 21 Agustus 2026.
Ia menjelaskan bahwa revitalisasi ini bukan sekadar soal pembangunan fisik semata, melainkan bentuk perhatian nyata pemerintah kota terhadap dunia seni. Langkah ini pun dinilai sejalan dengan kedekatan dan pemahaman pribadi Rico Waas terhadap kebutuhan ruang berekspresi para seniman.
Selain kawasan seni, pembahasan juga menyentuh penataan aset-aset milik pemerintah kota yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Sejumlah lokasi seperti eks Plaza Medan dan eks Novotel Soechi kini mulai dirapikan, sementara aset lainnya sedang menjalani proses inventarisasi guna menentukan fungsi terbaiknya bagi masyarakat.
Salah satu yang menarik perhatian adalah rencana penataan kawasan eks Plaza Medan Baru. Kawasan yang dulunya dikenal sebagai pusat pelayanan perizinan itu kini diubah arah fungsinya menjadi ruang baru dengan konsep “Sarina Medan”. Desain yang diperlihatkan menyiratkan wajah baru yang tertata apik dan terbuka untuk mendukung pengembangan usaha warga.
Dijelaskan pula bahwa konsep kawasan baru tersebut disiapkan guna memberikan ruang dan kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk tumbuh dan berkembang.
“Ayo kita lihat dan ramaikan,” ajak Rico Waas dalam perbincangan tersebut.
Berlangsung selama sekitar satu jam, silaturahmi yang penuh suasana santai ini ternyata menyampaikan banyak gambaran mengenai arah kebijakan kota. Mulai dari penataan ruang umum, pemulihan kawasan strategis, hingga dukungan bagi seniman dan pelaku UMKM. Sejumlah bahasan lainnya masih akan disampaikan secara bertahap guna melengkapi gambaran pembangunan Kota Medan untuk semua.(red)

