Gara-Gara Layanan Buruk, Kantor SPPG di Palembang Diamuk Massa

Uncategorized38 Dilihat

​Tribunnews8.com, Kericuhan hebat melanda salah satu kantor Sentra Pelayanan Pengaduan dan Gizi (SPPG) di Kota Palembang setelah kekecewaan warga memuncak hingga berujung aksi amuk massa. Ratusan warga yang didominasi oleh ibu-ibu dan pemuda setempat mendatangi lokasi sejak pagi hari untuk menuntut kejelasan atas program pelayanan yang dinilai tidak transparan dan kerap bermasalah.

​Aksi yang awalnya berlangsung sebagai protes damai mendadak berubah menjadi brutal ketika pihak pengelola SPPG enggan menemui perwakilan warga untuk memberikan penjelasan. Ketegangan mulai memuncak saat massa yang emosi merusak pagar pembatas dan melempari bagian depan gedung dengan batu serta benda keras lainnya hingga kaca-kaca bangunan pecah berantakan. “Kami sudah datang baik-baik dari pagi, tapi tidak ada satupun pengurus yang mau keluar menemui kami. Kami merasa dipermainkan dan diabaikan begitu saja,” ujar Romlah (42), salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut.

​Aparat kepolisian dari Polrestabes Palembang yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat memblokir area guna mencegah aksi perusakan yang lebih parah. Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terukur untuk membubarkan kerumunan massa yang kian tidak terkendali. “Kami mengambil langkah pengamanan ketat dan memasang garis polisi di tempat kejadian perkara untuk mengendalikan situasi serta mencegah kerusakan yang lebih luas,” tegas Kapolrestabes Palembang saat memberikan keterangan resmi di lokasi kejadian.

​Berdasarkan keterangan beberapa saksi mata, amarah warga sudah terakumulasi sejak beberapa minggu terakhir akibat penundaan penyaluran bantuan serta buruknya mekanisme pelayanan di fasilitas tersebut. Warga merasa diabaikan dan tidak mendapatkan hak yang seharusnya mereka terima sesuai dengan ketentuan program yang dijanjikan. “Penundaan ini sudah terjadi berulang kali tanpa ada alasan yang jelas dari petugas, padahal bantuan gizi ini sangat dibutuhkan oleh warga,” tambah Romlah dengan nada kecewa.

​Hingga sore hari, situasi di sekitar lokasi kejadian telah berhasil dikendalikan oleh pihak keamanan meskipun beberapa personel kepolisian masih disiagakan untuk mengantisipasi potensi kerusuhan susulan. Pihak kepolisian mengonfirmasi telah mengamankan beberapa orang yang diduga sebagai provokator aksi, sementara jajaran pimpinan SPPG Palembang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Beberapa oknum yang diduga memprovokasi massa hingga timbul perusakan sudah kami amankan, dan pengelola SPPG juga akan kami periksa untuk mendalami akar permasalahan ini,” pungkas pihak kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *