Tribunnews8.com, JAKARTA – tribunnews8.com. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan marketplace khusus untuk pengadaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Platform digital ini dirancang untuk membuat proses pengadaan lebih transparan, terukur dan mudah dipantau.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, marketplace tersebut akan menggunakan konsep yang mirip dengan Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah). Melalui sistem tersebut, identitas pemasok, harga barang, transaksi hingga aspek perpajakan dapat dipantau secara lebih jelas.
Pada tahap awal, BGN memprioritaskan tujuh komoditas utama, yakni beras, minyak goreng, ayam, telur, daging, ikan dan susu. Komoditas tersebut menjadi perhatian karena sebagian merupakan bahan pangan segar yang membutuhkan pengawasan kualitas dan keamanan pangan.
BGN juga menyiapkan mekanisme verified seller atau pemasok terverifikasi. Dengan sistem tersebut, pemasok yang masuk ke dalam marketplace harus memenuhi persyaratan yang ditentukan sehingga proses pengadaan bahan pangan untuk SPPG dapat dilakukan secara lebih tertib.
Marketplace pengadaan bahan baku MBG tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh pada akhir September atau awal Oktober 2026. Selain memperkuat pengawasan pengadaan, sistem ini diharapkan dapat membuka peluang bagi UMKM, koperasi, petani dan peternak lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok program MBG.







