PADANGSIDIMPUAN | Tribunnews8.com — Nama Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M. menjadi kebanggaan tersendiri bagi tanah kelahirannya, Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat tersebut kini dipercaya menjadi Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha, sekaligus Pangdam pertama di wilayah Maluku Utara.
Nefra Firdaus tercatat lahir di Padangsidimpuan pada 5 September 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1992, dari kecabangan Infanteri, dengan pengalaman panjang di lingkungan Kopassus sebelum menduduki berbagai jabatan strategis di TNI AD.
Perjalanan kariernya terbilang panjang. Nefra pernah dipercaya menjadi Danyon 812/Ban Sat 81 Kopassus, Dandim 1415/Selayar, Danbrigif 16/Wira Yudha, Danrem 012/Teuku Umar, hingga Kadispenad pada 2020–2021. Setelah itu ia menjabat Wair Kodiklatad dan kemudian dipercaya sebagai Kasdam XV/Pattimura sejak April 2024.
Kini, putra kelahiran Padangsidimpuan itu memasuki babak baru dalam pengabdiannya setelah dipercaya memimpin Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha. Pada 5 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto meresmikan enam Kodam baru, termasuk Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, dan menyerahkan tongkat komando serta lambang satuan kepada para Pangdam.
Bagi Padangsidimpuan, perjalanan Mayjen TNI Nefra Firdaus menjadi catatan tersendiri: seorang putra daerah yang lahir di kota tersebut pada 1969 kini dipercaya mengemban amanah sebagai Pangdam pertama Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, dengan wilayah tugas Provinsi Maluku Utara. Jejak tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang perwira TNI AD dari tanah kelahiran menuju salah satu jabatan strategis dalam struktur komando kewilayahan TNI AD.







