Jakarta | Tribunnews8.com —
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung melakukan langkah besar dalam penataan organisasi Polri setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Hanya sehari setelah mengemban amanah sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara, Suyudi menerbitkan kebijakan mutasi dan rotasi terhadap puluhan perwira.
Perombakan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Dalam telegram itu, sebanyak 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) mengalami pergantian jabatan. Dari jumlah tersebut, 70 personel mendapatkan promosi atau menempati jabatan baru.
Perubahan juga menyentuh lingkaran strategis Mabes Polri. Sebanyak 14 pejabat utama Mabes Polri berganti, sementara 19 posisi Kapolda turut mengalami pergantian. Sejumlah posisi strategis seperti Kabareskrim, Kabaintelkam, Irwasum dan Kabaharkam juga masuk dalam gerbong perombakan awal kepemimpinan Suyudi.
Di antara perubahan tersebut, Komjen Asep Edi Suheri dipercaya menjadi Irwasum Polri setelah sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya. Posisi Kapolda Metro Jaya kemudian ditempati Komjen Dadang Hartanto. Sementara Komjen Asep Safrudin dipercaya sebagai Kabareskrim menggantikan Komjen Syahardiantono.
Polri menyebut mutasi dan rotasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier dan penyegaran pelaksanaan tugas kepolisian. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi langkah awal konsolidasi kepemimpinan Suyudi setelah menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.
Langkah cepat Suyudi ini menjadi perhatian publik karena dilakukan hanya sehari setelah pelantikannya. Selain jumlah personel yang cukup besar, perubahan tersebut juga menyentuh posisi-posisi strategis hingga tingkat Kapolda di berbagai wilayah.
Sumber: Divisi Humas Polri,







