Tribunnews8.com, PADANG – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Sabtu sore memicu bencana banjir bandang dan luapan sungai di sejumlah titik pemukiman warga. Air bah yang membawa material lumpur dan ranting kayu dilaporkan melompati tanggul serta menerjang rumah-rumah di kawasan padat penduduk. Kejadian mendadak ini membuat aliran listrik padam dan melumpuhkan akses jalan utama di beberapa kecamatan.
Dua kecamatan tercatat mengalami dampak paling parah akibat gempuran air bah tersebut, yakni Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah. Di kawasan Guo Lapau Munggua Kuranji, tanggul sungai setempat jebol sehingga debit air meluap cepat hingga merendam rumah warga. Sementara di daerah Lumin Park dan Kampung Apa Koto Tangah, tinggi genangan air dilaporkan mencapai pinggang orang dewasa sehingga memaksa warga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.
Derasnya arus air yang datang secara tiba-tiba sempat membuat belasan keluarga terjebak di dalam rumah mereka. Tim gabungan dari BPBD Kota Padang, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan kebencanaan langsung bergerak cepat menurunkan perahu karet ke lokasi-lokasi terisolasi. Petugas memprioritaskan evakuasi bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan balita ke tempat pengungsian sementara di musala dan fasilitas umum terdekat.
Berdasarkan data sementara dari BPBD Kota Padang, ratusan jiwa berhasil dievakuasi ke lokasi aman tanpa ada laporan korban jiwa hingga Minggu pagi. Namun demikian, puluhan rumah warga mengalami kerusakan fisik akibat hantaman material banjir bandang dan rendaman lumpur pekat. Pihak berwenang bersama warga setempat kini mulai melakukan pembersihan material sampah kayu serta pendataan total kerugian infrastruktur yang terdampak.
Pemerintah Kota Padang mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) dan lereng perbukitan, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra. Pasalnya, prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan. Kesiapsiagaan bersama dan koordinasi cepat antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama guna mengantisipasi risiko bencana susulan.







