Tribunnews8.com, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution, menyerahkan bantuan perlengkapan disabilitas dan bingkisan kepada siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Madina di Kompleks Pendidikan STAIN Panyabungan, Senin (12/10/2026). Bantuan yang disalurkan meliputi kursi roda, tongkat kaki, serta tongkat ketiak untuk menunjang aktivitas para siswa.
Dalam sambutannya, Ny. Yupri menegaskan pentingnya menanamkan nilai toleransi sejak dini serta menekankan bahwa pemerintah tidak membeda-bedakan perhatian antar anak. Menurutnya, seluruh anak di Mandailing Natal berhak mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan akses pendidikan yang berkualitas. Ia juga mengapresiasi keikhlasan para tenaga pendidik di SLBN Madina dalam mendampingi para siswa.
Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Kunjungan tersebut ditegaskannya bukan sekadar agenda seremonial belaka, melainkan bentuk aksi nyata dalam mempraktikkan toleransi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Madina, dr. Muhammad Faisal Situmorang, menyampaikan bahwa ketulusan para guru dalam mendidik merupakan ladang ibadah. Pihaknya berkomitmen untuk menjalin kolaborasi dengan Dinas Sosial P3A dan Bagian Kesra guna membantu memenuhi berbagai kebutuhan sarana maupun prasarana di sekolah tersebut.
Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala SLBN Madina, Ahmad Undri, menyampaikan apresiasi dan memaparkan bahwa sekolah yang berdiri sejak 2007 ini kini membina 103 siswa. Ia berharap perhatian pemerintah daerah terus berlanjut, khususnya dalam mengatasi kendala biaya operasional asrama serta pengadaan moda transportasi antar-jemput bagi para siswa.







