(Pembuka & Perintah Takwa):
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Salah satu wujud ketakwaan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan menjaga lisan dan tangan kita agar tidak menyakiti sesama. Islam adalah agama keselamatan dan kasih sayang, di mana setiap Muslim diikat oleh tali persaudaraan yang suci dan saling menguatkan.
(Hukum dan Larangan Bully dalam Islam):
Perilaku bullying atau perundungan—baik berupa ejekan fisik, olokan verbal, kucilan sosial, maupun perundungan di media sosial—merupakan perbuatan yang sangat dilarang keras dalam Islam. Allah SWT secara tegas berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 11 agar suatu kaum tidak mengolok-olok kaum yang lain, karena bisa jadi yang diolok-olok itu jauh lebih baik di sisi Allah daripada yang mengolok-olok. Mencela, memanggil dengan julukan buruk, dan merendahkan martabat orang lain adalah bentuk kezaliman yang merusak keimanan.
(Kehormatan seorang Muslim):
Rasulullah SAW dalam Hajjatul Wada’ menegaskan bahwa darah, harta, dan kehormatan seorang Muslim adalah haram untuk dilanggar oleh Muslim lainnya. Ketika kita melakukan bullying, kita telah melanggar batas kehormatan saudara kita sendiri. Rasulullah SAW juga bersabda bahwa seorang Muslim sejati adalah sosok yang membuat Muslim lainnya merasa aman dari gangguan lisan dan tangannya. Menyakiti perasaan saudara seiman bukanlah cerminan dari akhlak seorang mukmin.
(Dampak Kezaliman & Dosa Muflis):
Perundungan tidak hanya meninggalkan luka mendalam dan trauma psikologis bagi korbannya, tetapi juga membawa dampak buruk yang sangat berat bagi pelakunya di akhirat kelak. Pelaku bullying yang tidak bertaubat dan tidak meminta maaf kepada korbannya berisiko menjadi orang yang muflis (bangkrut) di hari kiamat. Pahala kebaikannya akan diambil dan diberikan kepada korban yang pernah dianiayanya, hingga jika pahalanya habis, dosa-dosa korban akan ditimpakan kepadanya.
(Penutup & Ajakan):
Oleh karena itu, marilah kita jadikan lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat kita sebagai tempat yang aman dan saling menghargai. Hentikan segala bentuk perundungan, baik yang dianggap sekadar “candaan” maupun sengaja. Marilah kita saling merangkul, saling menghormati, dan menegakkan akhlakul karimah sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga lisan dan perbuatan kita dari menyakiti sesama.







