Tribunnews8.com, Dieng Culture Festival (DCF) kembali menjadi sorotan publik dan viral di berbagai media sosial lewat prosesi sakral ruwatan anak rambut gimbal. Ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara memadati kawasan dataran tinggi Dieng untuk menyaksikan secara langsung tradisi budaya unik yang sarat makna spiritual tersebut.
Ruwatan ini merupakan ritual pemotongan rambut gimbal pada anak-anak penderita rambut ikal bersatu secara alami yang dipercaya masyarakat setempat sebagai titipan titisan leluhur. Tradisi yang diturunkan secara temurun ini dilakukan untuk menyucikan serta membebaskan anak-anak tersebut dari marabahaya maupun nasib buruk di masa depan.
Keunikannya makin menyita perhatian warganet lantaran setiap anak yang diruwat memiliki permintaan khusus yang terkesan polos dan tidak biasa. Mulai dari meminta hewan ternak seperti kalkun hingga barang elektronik modern seperti komputer jinjing, seluruh permintaan unik tersebut wajib dipenuhi oleh pihak keluarga atau penyelenggara agar pemotongan rambut berjalan lancar.
Selain prosesi ritual inti, festival ini turut disemarakkan oleh pergelaran seni tarian tradisional, pertunjukan wayang kulit, hingga aksi pelepasan ribuan lampion ke udara. Kombinasi antara kesakralan adat dan konsep acara yang mengemas keindahan alam menjadikan DCF magnet kuat bagi pegiat pariwisata dan budaya.
Melalui kepopulerannya di ruang digital, pelestarian tradisi ruwatan rambut gimbal ini membuktikan bahwa budaya lokal Indonesia tetap memiliki daya pikat luar biasa di era modern. Momen ini tidak hanya memperkuat identitas budaya Nusantara, tetapi juga memberi dampak positif bagi perekonomian warga lokal Dieng.







