Fenomena Air Laut Surut di Sejumlah Wilayah Dunia, Bukan Berarti Laut Menghilang

Berita, International158 Dilihat

Tribunnews8.com, Fenomena air laut yang tiba-tiba surut dan memperlihatkan dasar perairan kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah video kondisi pesisir beredar di media sosial. Salah satu kejadian terbaru terjadi di Mar del Plata, Argentina, ketika permukaan laut mundur cukup jauh hingga formasi batuan yang biasanya berada di bawah air terlihat. Air laut kemudian kembali ke kondisi normal pada hari yang sama.

 

Fenomena serupa juga dilaporkan di Selat Madura, Indonesia, pada 7 September 2026. Air laut terlihat surut cukup jauh hingga dasar perairan tampak. Fenomena tersebut kemudian mendapat penjelasan dari BMKG dan tidak serta-merta menunjukkan akan terjadi tsunami.

 

Secara ilmiah, air laut surut dapat terjadi karena pasang-surut normal, perubahan tekanan udara, angin kuat yang mendorong massa air menjauh dari pantai, serta kondisi meteorologis tertentu. Di Argentina, misalnya, kombinasi angin lepas pantai, tekanan atmosfer dan air laut yang sedang berada pada fase surut disebut menjadi penyebab kondisi tersebut.

 

Masyarakat juga perlu membedakan fenomena surut akibat cuaca dengan surutnya air laut sebagai salah satu tanda tsunami. Pada tsunami, air laut dapat mundur secara tidak biasa setelah terjadi gangguan besar seperti gempa bawah laut atau longsoran bawah laut. Karena itu, apabila terjadi surut mendadak disertai gempa kuat atau peringatan resmi tsunami, masyarakat di kawasan pantai harus segera menjauh menuju tempat yang lebih tinggi.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kondisi laut dapat berubah sangat cepat akibat faktor alam. Di sisi lain, dalam jangka panjang justru terdapat persoalan berbeda, yakni kenaikan muka laut global. Penelitian terbaru menunjukkan sejumlah wilayah pesisir juga menghadapi kenaikan muka laut relatif yang diperparah oleh penurunan permukaan tanah.  Jadi, klaim bahwa “laut di beberapa negara menghilang” atau “air laut tersedot bumi” tidak tepat. Fenomena yang terlihat dalam video merupakan perubahan muka air yang bersifat sementara dan penyebabnya harus dilihat berdasarkan kondisi masing-masing wilayah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *