Mimbar Jumat: Memahami Fenomena Alam sebagai Tanda Kebesaran Allah SWT

Berita41 Dilihat

Tribunnews8.com, Jamaah Jumat rahimakumullah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Pada akhir-akhir ini kita menyaksikan berbagai fenomena alam, seperti perubahan cuaca yang tidak menentu, hujan lebat, banjir, longsor, gempa bumi, gunung yang mengalami aktivitas, hingga air laut yang surut dan pasang secara tidak biasa. Sebagai orang beriman, kita tidak boleh hanya melihatnya sebagai peristiwa biasa, tetapi hendaknya menjadi momentum untuk mengingat kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.

 

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 190: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal.” Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa alam semesta memiliki tanda-tanda yang dapat menjadi pelajaran bagi manusia. Karena itu, ketika terjadi fenomena alam, kita harus menyikapinya dengan ilmu, ketenangan dan keimanan. Jangan mudah menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, apalagi mengaitkan setiap kejadian dengan ramalan atau kepastian yang tidak memiliki dasar.

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, memahami fenomena alam bukan berarti mengabaikan ilmu pengetahuan. Islam justru mendorong manusia untuk mempelajari alam dan mengambil hikmah darinya. Gempa memiliki sebab-sebab alamiah, hujan mempunyai proses dalam siklus air, demikian pula pasang surut air laut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gaya gravitasi bulan dan matahari. Pengetahuan tersebut hendaknya semakin menguatkan kesadaran kita bahwa Allah SWT menciptakan alam dengan aturan yang teratur. Tugas manusia adalah mempelajarinya sekaligus menjaga amanah Allah terhadap lingkungan.

 

Berbagai bencana juga hendaknya menjadi bahan introspeksi. Jangan sampai manusia merusak hutan, membuang sampah sembarangan, mengeksploitasi alam secara berlebihan, kemudian tidak mau mengambil pelajaran ketika lingkungan mengalami kerusakan. Allah SWT mengingatkan dalam Surah Ar-Rum ayat 41 bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat perbuatan tangan manusia. Karena itu, menjaga lingkungan, tidak merusak alam, membantu korban bencana dan saling mengingatkan dalam kebaikan merupakan bagian dari tanggung jawab seorang muslim.

 

Jamaah Jumat rahimakumullah, marilah kita menghadapi berbagai fenomena alam dengan tiga sikap: iman, ilmu dan kepedulian. Kita beriman bahwa seluruh alam berada dalam kekuasaan Allah SWT, menggunakan ilmu untuk memahami sebab-sebab terjadinya fenomena alam, serta menunjukkan kepedulian kepada sesama dan lingkungan. Jangan takut secara berlebihan, tetapi jangan pula lalai. Semoga setiap peristiwa yang kita saksikan menjadi pengingat agar kita semakin dekat kepada Allah, memperbaiki amal, menjaga bumi dan memperbanyak doa. Allahumma inni as’aluka ilman nafi’an, wa qalban khasyi’an, wa ‘amalan shalihan. Semoga Allah memberikan kita keselamatan, keteguhan iman dan perlindungan dari segala musibah. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *