Tribunnew8.com, Peristiwa memprihatinkan melanda warga Tasikmalaya setelah jembatan yang baru saja diresmikan secara meriah mendadak roboh total. Fondasi beton yang digadang-gadang bakal bertahan puluhan tahun tersebut justru langsung retak dan ambrol hanya beberapa jam pasca pemotongan pita peresmian. Video detik-detik runtuhnya struktur bangunan ini langsung tersebar luas dan memicu gelombang kemarahan dari pengguna media sosial.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa luapan arus sungai yang deras setelah hujan lebat menjadi pemicu utama tergerusnya penopang jembatan. Namun, masyarakat menyoroti kejanggalan pada konstruksi fisik yang dinilai asal jadi dan tidak memenuhi standar keamanan dasar. Robohnya akses vital ini tak hanya memutus mobilitas antardesa, tetapi juga menyisakan kekecewaan mendalam bagi warga yang sudah lama mendambakan jalur transportasi yang layak.
Kritik tajam kini mengarah langsung kepada pihak kontraktor serta dinas terkait yang bertanggung jawab atas proyek pembangunan tersebut. Banyak pihak mendesak adanya transparansi anggaran dan evaluasi menyeluruh terhadap proses audit kelayakan sebelum izin peresmian dikeluarkan. Publik mempertanyakan bagaimana sebuah infrastruktur publik bisa lolos pengawasan padahal memiliki risiko kegagalan struktur yang sangat membahayakan nyawa.
Aparat penegak hukum dilaporkan telah mulai turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal guna mengusut dugaan indikasi penyelewengan dana maupun kelalaian spesifikasi material. Garis polisi dipasang di sekitar area reruntuhan demi mencegah warga mendekat, mengingat arus air masih deras dan sisa-sisa puing jembatan dikhawatirkan kembali bergeser.
Saat ini, warga setempat terpaksa kembali menggunakan jalur alternatif yang jauh lebih memutar demi beraktivitas sehari-hari. Pemerintah daerah didesak untuk segera menyediakan jembatan darurat serta memberikan kepastian hukum terkait ganti rugi dan pembangunan ulang fasilitas tersebut secara akuntabel.







