Tribunnews8.com, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan ribuan dapur belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, penutupan dilakukan setelah pihaknya bersama Kementerian Kesehatan melakukan penyisiran dan verifikasi terhadap dapur-dapur SPPG. Data per 7 September 2026 menunjukkan masih terdapat 1.999 SPPG yang belum terdaftar dalam proses SLHS.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 351 SPPG berada di wilayah satu, 1.417 SPPG di wilayah dua, dan 231 SPPG di wilayah tiga. Seluruh dapur yang masuk daftar tersebut untuk sementara tidak diperbolehkan menjalankan pelayanan sampai proses verifikasi dilakukan.
Sudaryono menjelaskan, penutupan tersebut bukan berarti seluruh dapur dinyatakan tidak laik secara permanen. Dapur yang belum mendaftarkan SLHS akan diberikan kesempatan untuk melengkapi proses administrasi dan memenuhi persyaratan higiene serta sanitasi yang ditetapkan.
BGN menegaskan standar higiene dan sanitasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program MBG. Pemerintah berharap seluruh SPPG memenuhi ketentuan tersebut agar keamanan pangan dan kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak penerima manfaat, tetap terjamin. Sumber: BGN/







