Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Makin Panas: Farianda, Rianto dan Austin Tumengkol Adu Gagasan

Tribunnews8.com, MEDAN, SUMUT — Bursa calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara periode 2026–2031 mulai memanas. Tiga nama yang mencuat, yakni petahana Farianda Putra Sinik, Ketua JMSI Sumut Rianto SH MH alias Anto Genk, serta Pemimpin Redaksi Harian Waspada dan Waspada Online Austin Tumengkol, mulai menjadi perhatian menjelang Konferensi PWI Sumut 2026.

Farianda dinilai masih memiliki kekuatan sebagai petahana dan jaringan di internal PWI Sumut. Menariknya, ia menegaskan bahwa persaingan tidak boleh merusak hubungan sesama insan pers. Saat menghadiri Rakerda JMSI Sumut di Pantai Romantis, Serdang Bedagai, Farianda bahkan menyatakan siap bersaing secara sehat dengan Rianto apabila sama-sama memenuhi persyaratan pencalonan.

Rianto alias Anto Genk juga telah menyatakan kesiapan masuk dalam kontestasi. Sebagai Ketua JMSI Sumut periode 2025–2030, Rianto memiliki jaringan di kalangan perusahaan media dan insan pers. Ia menilai perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi organisasi dan berharap seluruh pihak tetap menjaga sportivitas, kebersamaan serta persaudaraan.

Sementara itu, Austin Tumengkol resmi menyatakan diri maju setelah menyampaikan deklarasi pencalonannya di Gedung Bumi Warta Waspada, Medan, Senin (7/9/2026). Pemimpin Redaksi Harian Waspada dan Waspada Online itu meminta dukungan keluarga besar Waspada Group untuk mengikuti proses pencalonan Ketua PWI Sumut periode 2026–2031.

Austin membawa isu perubahan industri media sebagai salah satu alasan pencalonannya. Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat tantangan wartawan semakin kompleks. Namun, kemajuan teknologi tidak boleh menggeser prinsip dasar jurnalistik seperti Kode Etik Jurnalistik, independensi, profesionalisme dan integritas.

Dengan munculnya tiga figur tersebut, pertarungan menuju kursi Ketua PWI Sumut 2026–2031 diprediksi semakin menarik. Meski demikian, ketiganya masih berstatus bakal calon dan harus mengikuti seluruh tahapan serta memenuhi persyaratan organisasi sebelum ditetapkan secara resmi. Di tengah persaingan yang mulai menghangat, pesan terpenting adalah agar konferensi berlangsung demokratis, transparan, bermartabat dan tidak memecah persaudaraan wartawan Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *