Miris, Buku Pelajaran SDN 100940 Tangga-Tangga Hambeng Disebut Belum Lengkap, Pengelolaan Dana BOS Dipertanyakan

Berita, Daerah61 Dilihat

Tribunnews8.com, PALUTA | tribunnews8.com — Kelengkapan buku pelajaran di SD Negeri 100940 Tangga-Tangga Hambeng, Desa Tangga-Tangga Hambeng, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, disebut belum memadai. Kondisi tersebut dikeluhkan karena dinilai dapat mengganggu proses belajar mengajar siswa. Temuan dan informasi tersebut diperoleh awak media pada Kamis (17/9/2026).

Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah murid, terdapat beberapa buku pelajaran yang disebut belum tersedia secara lengkap. Kondisi itu menimbulkan pertanyaan mengenai pemenuhan kebutuhan buku sebagai salah satu fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Sejumlah pihak kemudian mempertanyakan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), mengingat salah satu komponen penggunaannya berkaitan dengan penyediaan buku teks pelajaran dan kebutuhan pendidikan lainnya. Namun, belum dapat disimpulkan adanya penyimpangan anggaran hanya berdasarkan belum lengkapnya buku, sehingga diperlukan pemeriksaan terhadap dokumen dan realisasi penggunaan dana BOS.

Seorang guru yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, persoalan ketersediaan buku tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada kepala sekolah. Namun, menurut sumber tersebut, hingga kini belum ada realisasi untuk memenuhi kekurangan buku yang dimaksud.

Atas kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Lawas Utara dan Inspektorat diharapkan dapat melakukan pengecekan serta pemeriksaan terhadap ketersediaan buku dan pengelolaan dana BOS di SDN 100940 Tangga-Tangga Hambeng. Langkah tersebut penting untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai ketentuan dan kebutuhan peserta didik.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SDN 100940 Tangga-Tangga Hambeng belum berhasil dikonfirmasi. Awak media masih berupaya menghubungi pihak sekolah untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi buku pelajaran serta penggunaan dana BOS. Klarifikasi pihak sekolah akan menjadi bagian penting agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang. (BGD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *