Tribunnews8.com, SOLOK — Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam. Material berupa lumpur, batu, pasir, kayu dan debris menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta sejumlah permukiman warga.
Bencana tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu. Aliran material kemudian masuk ke kawasan perkantoran dan menutup sejumlah ruas jalan. Data yang dilaporkan BPBD mencatat sejumlah rumah dan kantor pemerintah terdampak, sementara warga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Dalam perkembangan terbaru Selasa (22/9/2026), satu korban yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan di aliran Sungai Koto Gaek. Korban diketahui bernama Dafi, sekitar 20 tahun, dan diduga terseret arus galodo hingga sekitar 11 kilometer dari lokasi awal kejadian. Jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Arosuka untuk proses identifikasi.
Sementara itu, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu warga lainnya yang dilaporkan hilang. Operasi pencarian melibatkan unsur SAR, kepolisian, BPBD, TNI serta masyarakat.
Akses Solok-Padang yang sempat tertutup material galodo kini mulai dapat dilalui melalui jalur baru dengan sistem buka-tutup. Polisi mengimbau pengendara tetap berhati-hati, sedangkan kendaraan bertonase besar diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang karena kondisi cuaca masih berpotensi hujan.







