Tribunnews8.com, MADINA — Kembalinya Brigjen Pol Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumatera Utara membawa harapan baru bagi masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), khususnya terkait pemberantasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Tapanuli Selatan (Tapsel).
Sonny bukan sosok baru dalam persoalan PETI. Saat menjabat Wakapolda Sumut, ia pernah turun langsung dalam operasi penindakan tambang ilegal di kawasan perbatasan Madina-Tapsel pada Maret 2026.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah pekerja dan alat berat yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI. Polda Sumut juga menyatakan penanganan tidak berhenti pada pekerja lapangan, tetapi akan menelusuri kepemilikan alat berat serta pihak-pihak yang diduga berada di balik aktivitas pertambangan ilegal. Rekam jejak itu kini kembali menjadi perhatian setelah Sonny ditunjuk sebagai Kapolda Sumut menggantikan Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.
Harapan masyarakat semakin besar setelah kembali muncul persoalan PETI di Madina. Tiga unit ekskavator yang diduga berkaitan dengan aktivitas tambang ilegal dibakar warga di kawasan Jambur Tarutung, Kecamatan Kotanopan, pada 4 Oktober 2026. Peristiwa tersebut kini dalam penanganan kepolisian. Di sisi lain, aktivitas tambang ilegal juga terus dikaitkan dengan ancaman terhadap lingkungan dan sumber kehidupan masyarakat, termasuk kawasan Lubuk Larangan Anak Yatim di Desa Tambangan Jae yang sebelumnya dilaporkan mengalami kematian ratusan ikan.
Penyebab kematian ikan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Ketua SMSI Madina Jefry Brata Lubis dan Ketua JMSI Tabagsel Ucok Rizal Nasution sama-sama mendorong aparat penegak hukum mengusut PETI secara menyeluruh.
Penindakan diharapkan tidak hanya menyentuh operator atau pekerja, tetapi juga pemilik alat berat, pemodal dan pihak lain yang terbukti mengendalikan kegiatan tersebut. Sementara berbagai informasi mengenai dugaan adanya pihak berpengaruh yang disebut-sebut menjadi “beking” harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan, sehingga tidak menjadi tuduhan tanpa dasar.
Kembalinya Sonny Irawan ke Sumut sebagai Kapolda menjadi ujian sekaligus momentum untuk menunjukkan konsistensi pemberantasan PETI. Apalagi sepanjang 2026 sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dalam sejumlah kecelakaan yang berkaitan dengan aktivitas tambang ilegal di Madina. Masyarakat Tabagsel kini menunggu gebrakan nyata:
penegakan hukum yang tidak berhenti di lapangan, tetapi mampu mengungkap jaringan, pemilik modal dan siapa pun yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum.







