Tribunnews8.com, Bencana longsor besar kembali menerjang jalur alternatif Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada sore hari ini. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam memicu runtuhnya tebing curam di pinggir jalan utama. Material berupa tanah liat, bebatuan besar, dan pepohonan tumbang menutup seluruh badan jalan hingga kendaraan sama sekali tidak bisa melintas.
Video detik-detik terjadinya longsor tersebut mendadak viral di berbagai platform media sosial setelah diunggah oleh salah satu pengendara yang berada di lokasi kejadian. Dalam rekaman singkat itu, terlihat material tanah tebal turun drastis dari lereng bukit dan hampir menimbun beberapa kendaraan yang tengah mengantre. Kepanikan warga serta suara klakson kendaraan yang berusaha balik arah membuat video ini ditonton dan dibagikan puluhan ribu kali dalam hitungan jam.
Dinas Pekerjaan Umum bersama tim BPBD setempat dilaporkan telah menerjunkan alat berat ke titik lokasi untuk mulai membersihkan material longsoran. Namun, proses evakuasi dan pembersihan berjalan cukup lambat akibat medan yang licin serta kekhawatiran akan terjadinya longsor susulan. Petugas juga harus ekstra hati-hati mengingat cuaca di area perbukitan tersebut masih sangat gelap dan berpotensi kembali diguyur hujan deras.
Guna menghindari penumpukan kendaraan yang kian memanjang, pihak kepolisian lalu lintas segera memberlakukan rekayasa arus kendaraan. Seluruh pengendara dari arah Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya diimbau penuh untuk mengalihkan rute perjalanan mereka melalui jalur utama Sitinjau Lauik atau rute Padang Panjang. Imbauan ini disebarkan secara masif agar masyarakat yang hendak bepergian tidak terjebak kemacetan parah di area Malalak.
Kejadian ini kembali memicu keprihatinan masyarakat luas di media sosial terkait kerentanan jalur Malalak saat musim penghujan tiba. Banyak warganet mendesak pemerintah daerah untuk segera mencari solusi permanen atau memperketat mitigasi bencana di titik-titik rawan tersebut. Warga yang hendak bepergian melintasi wilayah perbukitan di Sumatera Barat dianjurkan untuk selalu memantau prakiraan cuaca dan tetap waspada terhadap potensi bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi.







