Tribunnews.com, JAKARTA — Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas erupsi. Letusan menghasilkan semburan material vulkanik dan lava pijar yang terlihat dari kawasan sekitar gunung pada malam hari.
Aktivitas erupsi tersebut juga disertai lontaran abu vulkanik ke udara. Kolom abu sempat mencapai ketinggian yang cukup signifikan sehingga berdampak terhadap aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung dalam beberapa kali letusan. Material pijar yang keluar dari kawah menjadi salah satu tanda meningkatnya aktivitas vulkanik gunung yang berada di kawasan Selat Sunda tersebut.
Masyarakat dan nelayan di sekitar kawasan diminta meningkatkan kewaspadaan serta tidak mendekati zona berbahaya di sekitar kawah aktif. Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung api perlu mengikuti keterangan resmi dari pihak berwenang.
Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang aktivitasnya terus dipantau. Pemerintah mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti pembaruan resmi mengenai status serta rekomendasi keselamatan.







